12 NASEHAT UNTUK MUSLIMAH

1. Jauhilah olehmu banyak bicara (yang tidak bermanfaat) dan jagalah mulutmu.

Ringkaslah pembicaranmu, dan bicaralah sebatas maksud dan tujuanmu. Ketahuilah bahwa di sana ada orang yang menghisab pembicaraanmu dan menghitungnya.
Allah berfirman:
“Seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qoof:17-18)

Sesungguhnya Allah berfirman:
“Tiada kebaikan ( sdikitpun ) pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka…, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An-Nisa’:114)

2. Bacalah Al-Qur’an Al-Kariem, dan berusahalah agar ia menjadi wirid harianmu, berusahalah menghafalkannya sesuai dengan kemampuanmu. Itu adalah kesibukan yang lebih baik.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amir Ra, dari Nabi SAW beliau bersabda:
“Kelak (di hari kiamat) akan dikatakan kepada pembaca al-qur’an, bacalah, pelan-pelanlah dan tartilah (dalam membacanya) sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia. Sesungguhnya tempat dan kedudukanmu ada pada akhir ayat yang kamu baca.” (Hadits Shahih, Tirmidzi, 1329)

3. Tidak baik membicarakan semua yang pernah kamu dengar, sebab, itu memberi peluang jatuh ke lubang kebohongan.

Abu Hurairah Ra meriwayatkan, sungguhnya Nabi SAW bersabda:
“Cukuplah seorang dianggap sebagai pembohong…, jika dia membicarakan semua apa yang telah didengarnya.” (Muslim dalam Mukaddimahnya, hadits No:5)

4. Jauhi sifat sombong dan bangga diri dengan sesuatu yang bukan milikmu… karena untuk pamer dan menyombongkan diri di depan manusia.

Diriwayatkan dari Aisyah Rha bahwa ada seorang perempuan yang berkata:
“..wahai Rasulullah, suamiku telah memberiku sesuatu yang tidak pernah diberikan kepadaku”. Kemudian Rasul SAW bersabda: “Orang yang ‘merasa kenyang’ dengan sesuatu yang tidak diberikan Allah kepadanya.. sebagaimana orang yang memakai pakaian kepalsuan.” (Muttafaq Alaih)

5. Sesungguhnya dzikir kepada Allah memiliki pengaruh yang agung bagi kehidupan ruh, jiwa, badan, dan sosial.

Berusahalah berdzikir kepada Allah dalam setiap saat dan keadaan, sesungguhnya Allah telah memuji hamba-hamba-Nya yang ikhlas kepada-Nya,
firman-Nya:
“Yaitu orang-orang yang mengingat (dzikir) Allah sambil berdiri, atau duduk atau dalam keadaan berbaring.” (Ali Imran:191)

Abdullah bin Basar Ra mengatakan:
“bahwa ada seorang laki-laki berkata: Wahai Rasul SAW.. sesungguhnya telah banyak syareat Islam yang telah aku ketahui (dan telah aku jalankan). Beritahukanlah kepadaku mana yang harus aku prioritaskan untuk aku jaga dan jalankan.
Beliau bersabda:”senantiasa engkau basahi lisanmu dengan dzikir kepada Allah.” (Shahih, Sunan Tirmidzi, 2687)

6. Jika engkau hendak berbicara jangandilebih-lebihkan, yang demikian itu sifat yang dibenci oleh Rasul SAW

Beliau SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauhi tempat duduknya kelak di hari kiamat ialah… mereka yang suka bicara (yang tidak berfaedah), dan yang suka mengada-adakan pembicaraannya… dan para Mutafaihiqun (orang yang mengagung-agungkan pembicaraan bohong)”.
(Hadits Shahih diriwayatkan oleh Tirmidzi, 1642)

7.Berteladanlah kepada Rasul SAW , yang lebih banyak diam dan berfikir, tidak memperbanyak tertawa apalagi berlebih-lebihan di dalamnya.

Jika kamu berbicara, maka batasilah pembicaraanmu hanya yang baik-baik saja, jika kamu tidak bisa maka diam itu lebih baik bagimu. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia mengatakan yang baik atau lebih baik diam.” (Bukhari)

8. Janganlah sekali-kali memutus pembicaraan orang atau membantahnya atau menampakkan pelecehan terhadapnya.Jadilah pendengar yang baik dan jika terpaksa membantah, bantahlah dengan cara yang lebih baik.

9. Waspadalah dengan sikap mengejek dan merendahkan pembicaraan orang lain, seperti terhadap orang yang kurang lancar bicaranya atau terhadap mereka yang berbicara dengan tersendat-sendat.

Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain…. (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka yang mengolok-olok. Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain.. (karena) boleh jadi wanita (yang diolok-olokkan) lebih baik dari wanita (mengolok-olok).” (Al-Hujurat:11)

Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Seorang muslim adalah saudara orang muslim yang lainnya, tidak boleh mendzaliminya, tidak boleh menghinanya dan tidak juga meremehkannya …., cukuplah seseorang telah berbuat kejahatan jika ia meremehkan saudaranya yang muslim.” (HR.Muslim, 2564)

10. Jika mendengar bacaan Al-Qur’an, hentikan pembicaraanmu, apapun masalah yang sedang engkau bicarakan.

Dia telah berfirman:
“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan baik (tenang) agar kamu mendapat rahmat.” (Al-‘Araf:204)

11. Senantiasa menimbang ucapanmu sebelum diucapkan, dan berusahlah agar kalimat yang terucap adalah kalimat yang baik dan menyejukkan. Sesungguhnya sudah berapa banyak kata-kata yang menenggelamkan pengucapnya ke lembah Jahannam.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra dari Nabi SAW beliau bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan sebuah pembicaraan yang mengandung ridla Allah, seakan-akan manusia tidak peduli dengannya. maka Allah akan mengangkatnya dengannya beberapa derajat, dan seorang hamba berbicara dengan suatu yang dimurkai Allah, seakan-akan manusia tidak peduli dengannya maka Allah menceburkannya karenanya ke dalam lembah Jahannam.”
(HR. Bukhari,6478)

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Muadz bin Jabal Ra bertanya kepada Nabi SAW : “Apakah kita ini akan dimintai pertanggungjawaban atas kalimat yang kita ucapkan? Beliau bersabda: ibumu telah kehilangan dirimu… membinasakanmu wahai Muadz, tidaklah ada seorang manusia yang ditelungkupkan wajahnya kedalam neraka, kecuali disebabkan oleh hasil lisannya.” (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Tirmidzi, 2110)

12. Pergunakanlah lisanmu untuk beramar ma’ruf dan nahiy munkar serta untuk berdakwah kebaikan, karena lisan adalah nikmat Allah yang agung yang telah dikaruniakan kepadamu.

Allah berfirman:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia.” (An-Nisa’:114)

Diketik ulang dari: “Nasehat kepada para Muslimah”
( Bagian Satu), ‘Abdul ‘Aziz al-Muqbil.
Penerbit: Pustaka Arafah, Muharram 1422 H, hal.21-29

Tentang muhibbinrasulullahsaw

majelis dzikir
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s