TAKUT

Kata sebagian ahli hikmah:”Selamatnya tubuh terletak pada sedikitnya makan, selamatnya ruh
terletak pada sedikitnya dosa,dan selamatnya agama terletak pada membacanya sholawat seseorang kepada sebaik-baik makhluk yakni Nabi Muhammad saw.”

Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang beriman,bertaqwalah kepada Allah”. Maksudnya: kita harus memiliki rasa takut kepada Allah.
“Dan hendaklah setiap nafs (diri, jiwa, roh) memperhatikan apa yang diajukan kelak”. Maksudnya: kita memiliki perbuatan bagus apa yang akan dibuat bekal di hari kiamat. Misalnya pahala sedekah, amal sholeh, berbuat taat untuk diambil pahalanya kelak di hari akherat.

Firman-Nya: “Bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mengetahui apa-apa
yang kalian kerjakan”. (QS.59 Al Hasyr:18)
Yakni dari perbuatan kebajikan: sebab para malaikat, bumi, langit, siang dan malam, semuanya
menyaksikan apapun yang dikerjakan oleh anak cucu Adam as dari segi kejahatannya, kebajikan,ketaatan atau kemaksiatan. Sampai-sampai seluruh anggota tubuhnya sendiri menyaksikan apa yang diperbuat. Bumi menjadi saksi buat orang mukmin dan zuhud. Bumi
tersebut berkata, “Dia telah membaca sholawat, puasa, haji dan sebagai seorang pejuang,
yang kesemuanya melebihi aku”. Bergembiralah hati orang mukmin dan hati orang zuhud.
Bumi itupun menjadi saksi buat orang kafir, ahli maksiat, dan berkata: “Dihadapanku–diatasku–mereka mengerjakan kemusyrikan, zina, mabuk-mabukan, dan memakan
barang haram. Maka celakalah mereka kelak pada hari perhitungan amal tepat dihadapan Dzat Yang Maha Belas Asih”. Orang mukmin ialah orang yang takut kepada Allah Ta’ala dengan menjaga semua anggota tubuhnya. Sebagaimana yang pernah dikatakan Abdul Laits: “Orang
yang takut kepada Allah Ta’ala terlihat tanda pada 7 macam….”
1. Lidahnya : dicegah mengatakan yang bohong, menggunjing, adu domba, membual atau perkataan yang tidak bermanfaat. Kemudian ia menyibukkan diri dzikir kepada Allah, membaca Al-Qur’an atau diskusi masalah ilmu.
2. Hatinya : tidak akan mengeluarkan perasaan permusuhan, kebohongan, kedengkian terhadap kawan karena dengki mampu menghapus semua kebajikan, sebagaimana ada sabda Nabi saw: “Dengki mampu menghancurkan kebajikan sebagaimana api melahap kayu bakar”. Dan ketahuilah bahwa dengki (hasud) termasuk salah satu penyakit hati yang parah, dimana penyakit tersebut tidak bisa disembuhkan kecuali dengan ilmu dan amal.
3. Pandangan : ia tidak akan memandang hal-hal yang haram, dari segi makanan, minuman, pakaian dan lain- lain. Juga memandang dunia tidak berdasarkan kesenangan, melainkan ia memandang sebagai pelajaran. Jelasnya, ia tidak akan memandang terhadap sesuatu yang tidak
halal baginya. Sabda Nabi saw: “Barangsiapa yang memenuhi pandangannya dengan barang
haram, maka kelak Allah Ta’ala akan memenuhi dengan api neraka”.
4. Perut : ia tidak akan memasukkan barang haram ke perutnya, karena hal itu merupakan dosa besar sebagaimana yang disabdakan Nabi saw: “Bilamana satu suapan barang haram masuk
ke perut anak Adam, maka setiap malaikat di bumi dan langit melaknati selama sesuap
masih dalam perutnya. Bila dalam keadaan itu ia mati, maka ia masuk neraka Jahannam”.
5. Tangan : ia tidak akan menjamah barang haram, kecuali hanya mengambil sesuatu yang dapat menambah ketaatan kepada Allah Ta’ala. Diriwayatkan melalui Ka’ab Al Ahbar ra. Sesungguhnya Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan wilayah yang terbuat dari ‘Zabarjudah Hijau’, dimana didalamnya ada 1000 kampung, dan setiap kampungnya ada
70.000 rumah, yang seseorang tidak bisa masuk kecuali seseorang menjauhi barang
haram karena takut terhadap Allah Ta’ala”.
6. Kaki : tidak akan dibuat berjalan ke arah kemaksiatan, justru berjalan yang bisa membuat ia semakin taat dan ridlo, yakni berkumpul dengan para ulama dan orang shaleh.
7. Taat : sikap taatnya murni ikhlas karena Allah Ta’ala. Ia takut diselipi sikap riya’ dan munafik. Dan ketika ia melakukan hal seperti ini, maka ia termasuk golongan orang yang difirmankan Allah
Ta’ala: “Kehidupan akhirat menurut Tuhanmu ialah hanya bagi orang-orang bertaqwa”. (QS.43 Az Zukhruf:35)
Firman-Nya dalam ayat lain: “Sesungguhnya orang-orang bertaqwa berada dalam taman-taman dan mata air”. (QS.15 Al Hijr:45)
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang bertaqwa berada di syurga dan penuh kenikmatan”.(QS.52 Ath Thuur:17)
Semoga bermanfaat!

Tentang muhibbinrasulullahsaw

majelis dzikir
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s