Cinta Seorang Hamba Kepada Baginda Rasulullah SAW

Ada seorang perempuan keluar rumah ingin mengaji tentang islam dengan Nabi SAW. Di tengah jalan.. ada seorang lelaki yang masih muda melihatnya.
Lelaki itu bertanya:
Wahai perempuan yang mulia… mau kemana kamu?”.
Perempuan itu menjawab:
”Aku hendak menghadap Rasul SAW untuk mendapatkan pengajaran dari beliau”.

Lelaki muda itu bertanya lagi :
”APAKAH DIRIMU TIDAK SALAH MEMILIH.. ATAU, KAU MERASA BENAR2 COCOK DAN BENAR2 MENCINTAI ROSULULLOH SAW?”.
Perempuan itu pun menjawab:”Ya, Bahkan Aku teramat sangat mencintainya.. melebihi cintaku kepada suamiku sendiri..”.
”Kalau kamu benar-benar cinta kepada Rasul saw.. aku minta bukti.. bukalah cadarmu, agar aku bisa melihat wajahmu” : kata Lelalki itu.

Karena kata-kata lelaki itu ‘seperti itu’… Perempuan itu pun tanpa ragu membuka cadarnya, hingga Lelaki muda itu pun dapat leluasa melihat wajah sang perempuan.

Sekembalinya dari mengaji, perempuan itu langsung memberi tahu suaminya tentang peristiwa yang di alaminya. Mendengar penuturan sang istri.. hati sang suami pun menjadi kacau dan bimbang. Dalam hati.. suaminya berpikir bahwa diluar yang diceritakan.. pasti ada ‘aib’ yang sengaja disembunyikan. Dengan nada ketus, Sang suami berujar :
”.. Kamu mengaji, tapi kamu dengan enteng melakukan itu semua. Sekarang aku harus tau semua yang kau sembunyikan. Agar aku puas dan jelas..”
Sang Istri, dengan santai menjawab :
“Wahai suami pilihan Allah untukku, Atas karunia dan rohmat dari Allah.. aku tak diberi kesempatan.. terjadi hal yang lebih buruk dari yang tadi sudah kuceritakan…”

Sang suami tetap tidak percaya. Bahkan suami perempuan itu justru terlihat sibuk.. membuat perapian yang sangat besar dan ditaruh tungku diatasnya. Tungku itu menyerupai sebuah kentongan… biasa di gunakan untuk memasak roti.
Suami perempuan itu menunggu beberapa saat agar api membesar dan panas tungkunya.
Ketika jilatan api telah membesar, suaminya berkata:
”Demi Kebenaran… dan demi cintamu kepada Rasul mu itu…, masuklah kamu kedalam tungku itu!”.

Begitu mendengar suaminya meminta dirinya agar masuk kedalam tungku yang membara, tanpa ragu ia pun masuk kedalamnya. Ia tidak memperdulikan lagi nyawanya. Manakala melihat isterinya benar benar nekad masuk kedalam tungku dan lenyap di selimuti jilatan api, timbullah penyesalan di dalam hati sang suami.
Ia menyadari bahwa kenekadan istrinya.. menunjukkan bahwa apa yang diceritakan adalah benar adanya. Kini semua sudah terlambat.

Demi itu, sang suami perempuan itu pun menghadap Rasul SAW. Ia menceritakan kejadian yang berlangsung. termasuk tentang KECINTAAN ISTRINYA KEPADA BAGINDA ROSUL SAW.
Lalu, Nabi SAW bersabda:
”kalo memang benar..Istrimu spt itu ( mencintai Rosul SAW ), pulanglah..dan bongkar tungku itu”.

Sang suami segera kembali dan membongkar paksa tungku yang masih panas itu, dan ternyata di balik tungku itu.. ia menemukan istrinya dalam keadaan terlelap.. selamat.. tanpa tanpa luka sdikitpun. Hanya sekujur tubuhnya sdikit basah oleh keringatnya sendiri.

Tentang muhibbinrasulullahsaw

majelis dzikir
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s