Ahlil-ilmi dan Ahlul-ibadah

orang ahlil-ilmi dan ahlul-ibadah……..
senantiasa berharap dalam detik-detiknya tidak lepas dari tugas-tugas Allah azza wa-Jalla. Mereka benar-benar mengetahui…. bahwa kesabaran terhadap tugas dan ketentuan serta takdirNya… merupakan limpahan kebajikan dunia akhirat,………
yang berarti berselaras dengan kehendak dan tindakanNya.

Kadang ia bersabar……. kadang pula ia bersyukur.
kadang dalam nuansa dekat…. dan kadang merasa jauh.
Kadang dalam kesibukan yang penat…….. dan kadang dalam rasa yang ringan.
Kadang dalam limpahan kekayaan…… kadang dalam kemiskinan.
Kadang sehat……. kadang sakit.
Seluruhnya tidak lepas dari ‘kebersamaan’ mereka dengan Allah Azza wa-Jalla.

Itulah yang paling penting bagi mereka.
Mereka terus menerus memohon kepadaNya…
bagi kemaslahatan manusia.
Harapan mereka kepada Sang Khaliq Azza wa-Jalla…
hanyalah kesalamatan mereka dan keselamatan makhluk lain yang bersama mereka.

Mereka menjaga diri dari bergaul dengan kebutaan hati,
dengan ketololan, kealpaan dan kelelapan…
tapi dengan matahati, dengan ilmu dan dengan tanggap keterjagaan jiwa.

Jika menemukan hal yang terpuji… sekalipun menyakitkan, mereka berjuang mengikuti. Jika ada yang menyeret mereka pada keburukan, dalam diam… mereka menolak menjauhi.
Mereka senantiasa dalam semangat dan kebangkitan. Disiplin dengan masjid, memperbanyhak sholawat kepada Nabi SAW.

Mereka menjaga diri dari membuat ulah dan mencari-cari keringanan.
Mencari-cari takwil2 demi memenuhi mkehendak dan seleranya.
Mereka merengkuh ‘azimah (prinsip), bergantung pada Ijma’…. sementara amal mereka ikhlas, bersih bersama Allah Ta’ala.

Sekarang Inilah zaman rukhsoh, bukan zaman ‘azimah….
zamannya riya’ dan kemunafikan.
Dimana segala apapun.. baik ilmu ataupun harta… didapat dengan cara tidak benar.
Betapa banyak orang yang sholat, puasa, zakat, haji, dan berbuat baik untuk makhluk…. tapi bukan untuk Khaliq.
Mayoritas….. yang memenuhi alam semesta ini adalah….
demi kepentingan sesama makhluk…. bukan demi Khaliq.

Dan hanya ahlil-ilmi dan ahlul-ibadah lah….
yang selamat………… dan menang.

ya aliimas-sirri minna… laa tahdiki sithrow anna….
wa’afiina……. wa’fuanna.
wa kullana haytsu kunna……….

_SYECH ABDUL QODIR AL-JAELANI_

Tentang muhibbinrasulullahsaw

majelis dzikir
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s